Senin, 23 Juli 2012

Peristiwa penting Bulan Ramadhan

Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadhan
Sahabat, yuk mumpung Ramadhan baru bergulir beberapa hari. Sisa ramadhan yang masih cukup panjang ini seharusnyalah kita isi dengan memperbanyak amal sholeh. Mari kita berusaha semaksimal mungkin smemanfaatkan setiap waktu yang Allah amanahkan tuk beribadah kepadaNya. Karena belumlah tentu Ramadhan tahun depan akan menyapa kita lagi. Ramadhan yang sedang berjalan dihadapan kita sekarang ini adalah kesempatan baik untuk berlama-lama dengan Robbul ‘Izzati. Jangan sia-siakan yach. Insyaallah rahmat Allah senantiasa mengalir kepada mereka yang mengisi waktunya tuk beribadah semata-mata mengharap ridho Allah Ta’ala.
islampos.com—ENTAH sudah berapa kali bulan Ramadhan kita jalani. Di bulan ini sejarah sudah mencatat pelbagai peristiwa hebat. Berikut sebagian dari peristiwa-peristiwa itu:
Rasulullah menerima wahyu pertama. Ketika Rasululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Mekkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qamariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan Surah Al-‘Alaq yang merupakan surah pertama yang diturunkan kepada Rasulullah.
Di bulan Ramadhan Alquran  diturunkan dengan turunnya ayat yang pertama sehingga yang kelima Surah Alalaq kepada Rasulullah saw. Karena ini pula  Ramadhan disebut juga bulan Alquran, bulan untuk membaca Alquran sebanyak-banyak.

Kitab-kitab suci diturunkan pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda,”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadhan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadhan.” (HR. Ahmad)
Pada Ramadhan tahun kedua Hijriyah, terjadi peperangan Badar al-Kubra. Peperangan ini dimenangi oleh Islam dan inilah kemenagan agung pertama pejuang-pejuang Islam menentang kemusyrikan dan kebatilan.
Pada Ramadhan tahun ini pula zakat fitrah mulai disyariatkan.
Di bulan ini tahun kelima Hijriyah, para pejuang Islam membuat persiapan untuk menghadapi musuh di Khandaq. Peperangannya sendiri terjadi pada bulan Syawal nya.  Umat Islam kembali menang gemilang.
Perang Badar. Perang ini merupakan pertempuran pertama yang dilakukan kaum muslimin setelah mereka berhijrah ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak muslimin yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah. Perang ini terjadi pada hari Jumat, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah SWT berfirman: “Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (QS. Ali ’Imran [3]: 123). Ibnu Abbas mengatakan bahwa saat itu hari Jumat, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun dan Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar kaum muslimin.
Pada bulan Ramadhan pula pernikahan Ali dan Fatimah dilangsungkan
Begitu juga pernikahan Rasulullah sendiri dengan Hafshah binti Umar bin Khatab serta Zainab binti Khuzaimah, terjadi pada bulan dimana al Qur’an ini diturunkan.



Kematian putri Rasulullah SAW, Ruqoyah, juga bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Pada 21 Hijriyah Ramadhan tahun kedelapan Hijriyah, kota suci Makkah ditaklukan. Pada mulanya Rasulullah bersama-sama para sahabat meninggalkan Madinah menuju Makkah pada 10 Ramadhan dalam keadaan berpuasa. Ketika  sampai di al-Kadid, Rasullah berbuka karena bermusafir, kemudian pada 21 Ramadhan barulah Rasulullah memasuki kota Makkah.
Pada bulan Ramadhan tahun yang sama Rasulullah mengutus beberapa sahabat untuk merobohkan berhala-berhala yang terkenal pada masa itu. Khalid bin al-Walid diutus merobohkan berhala al-‘Uza, Amr bin al-‘Ash merobohkan berhala Suwa’ dan Sa’d bin Zaid al-Asyhali merobohkan berhala al-Manat.
Pada Ramadhan tahun kesembilan Hijriyah terjadi peristiwa peperangan Tabuk dan Rasulullah kembali pulang dari peperangan pada bulan itu juga.
Runtuhnya masjid Adh Dhirar milik orang-orang munafik terjadi pada bulan puasa.
Di bulan Ramadhan tahun yang sama rombongan dari kota Taif tiba di Madinah. Rombongan ini memeluk agama Islam di hadapan Rasulullah dan mereka turut berpuasa bersama umat Islam di Madinah.
Pada Ramadhan bulan dan tahun yang sama rombongan Raja Himyar tiba di Madinah untuk masuk Islam mereka. Mereka menjadi tamu Rasulullah dan Rasulullah menuliskan beberapa panduan tentang hak dan kewajiban mereka. Catatan ini merupakan salah satu dokumen penting di dalam sejarah perundangan Islam.
Pada Ramadhan tahun kesepuluh hijriyah, Rasulullah mengutus rombongan yang diketuai ‘Ali bin Abu Talib ke negeri Yaman dengan membawa bersamanya surat Rasulullah untuk penduduk Yaman, yaitu suku Hamdan yang kesemuanya kemudian memeluk Islam dalam satu hari!
Pada Ramadhan tahun 53 Hijriyah pejuang Arab Islam dapat menakluki pulau Rudes.
Pada Ramadhan tahun 91 Hijriyah pejuang Islam pertama mendarat di Selatan Andalus.
Pada Ramadhan tahun 92 Hijriyah ketua pejuang Islam Tariq bin Ziyad dapat mengalahkan Raja Rodrik di dalam satu peperangan sengit.
Pada Ramadhan tahun 129 Hijriyah mula muncul di Khurasan pendukung pengasas Kerajaan Bani Abbas dilantik sebagai khalifah al-‘Abbasiyyah yang pertama.
Pada bulan Ramadhan tahun 132 Hijriyah berakhir sudah pemerintahan Bani Umaiyyah dan pada masa yang sama Abu al ‘Abbas dilantik sebagai khalifah al-‘Abbasiyyah yang pertama.
Pada bulan Ramadhan tahun 361 Hijriyah al-Jami’ah  al-Azhar selesai dibina untuk kegunaan tempat beribacar dan mengajarkan ilmu-ilmu Arab dan syara’.
Pada Ramadhan tahun 584 Hijriyah Salahuddin al-Ayyubi dapat mengalahkan kaum Salib dan  membebaskan semula sebahagian besar negeri yang pernah dikuasai oleh pihak kaum Salib (Kristian).
Pada tahun 658 Hijriyah Kerajaan Mamalik dapat mengalahkan dan membendung kemarahan tentara Tartar di ‘Ain Jalud. Tentara ini bermaksud menguasai seluruh negeri Islam, akan memasuki Mesir dan negeri-negeri lain melalui Mesir. [sa/islampos/kahfi]
Pasukan Monggol dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan. Hari Jumat 15 Ramadhan 658 H pasukan Muslim yang dipimpin Saifuddin Qutuz, penguasa dinasti Mamalik di Mesir, berhasil menghancurkan 20.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa. Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu, sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglima perangnya Qitbuqa berhasil dieksekusi. Peperangan ini terjadi di ‘Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang terletak antara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal dengan peristiwa ‘Ain Jalut.

Pengepungan 60 ribu pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani. 23 Ramadhan 1270 H Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota  Selestriya yang terletak di wilayah Qorum, pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15 ribu  tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit mampu mengalahkan kekuatan yang besar.
Mesir menghancurkan kekuatan Israel di Suez pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 10 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Oktober 1973 tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah Maha Besar). Rakyat Mesir mengenang peperangan ini dengan peristiwa Abour. Setelah peristiwa ini Israel mulai menyadari kekuatan Mesir dan dataran Sinai kembali ke pangkuan Mesir.
Pada bulan ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya di kawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.
Kitab Ihya’ Ulumuddin diselesaikan oleh Imam Al-Ghazali pada bulan Ramadhan.
Proklamasi kemardekaan Indonesia dikumandangkan pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan yang telah mendera bangsa yang mayoritas muslim ini, peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.
Itulah beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan dimana Rasulullah menjadi saksi akan peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa diatas tentu saja semakin mengukuhkan kebenaran akan kemuliaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Belum lagi ditambah fakta penting bahwa al Qur’anul karim juga diturunkan bertepatan dengan bulan penuh rahmat ini. Subhanallah.
Mudah-mudahan bulan yang bersejarah dengan berbagai macam peristiwa yang mengubah peradaban manusia ini akan menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang muttaqin. Amin. Wallahu a’lam. (baihaqi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar